Telah Lama Sendiri
Dalam Langkah Sepi
Tak Pernah Kukira
Bahwa Akhirnya
Tiada Dirimu Disisiku
(chorus)
Meski Waktu Datang
Dan Berlalu Sampai Kau Tiada Bertahan
Semua Takkan Mampu Mengubahku
Hanyalah Kau Yang Ada Direlungku
Hanyalah Dirimu
Mampu Membuatku Jatuh Dan Mencinta
Kau Bukan Hanya Sekedar Indah
Kau Tak Akan Terganti
Tak Pernah Kuduga
Bahwa Akhirnya
Tergugat Janjimu Dan Janjiku
(chorus 2x)
Meski Waktu Datang
Dan Berlalu Sampai Kau Tiada Bertahan
Semua Takkan Mampu Mengubahku
Hanyalah Kau Yang Ada Direlungku
Hanyalah Dirimu
Mampu Membuatku Jatuh Dan Mencinta
Kau Bukan Hanya Sekedar Indah
Kau Tak Akan Terganti
Kau Tak Akan Terganti......
29.1.10
,,Takkan Terganti,,
18.1.10
,,funniest story of us,,
pagi itu saya mengayuh beat orens saya menyusuri jalanan jogja-solo,
seperti biasa...di senin pagi selalu menjadi hari yang 'grobyakan',
bangun sih udah pagi,
tapi tetep males2an di kasur sambil menonton berita,
pagi itu lebih grobyakan dari pagi2 sebelumnya,
bangun sudah pagi..
tapinya,
ternyata belum setrika seragam kerja,
belum ngisi bensin,
belum buatin sarapan pagi buat adik2 sebelum kutinggalkan,
alhasil..harus melaju kencang dengan beat orens saya itu sebelum saya datang terlambat dan kena semprot Bapak Majikan.. haghaha
terkaget-kaget,
ketika sampailah saya di perempatan.....(apa ya namanya..)
pokoknya daerah Maguwoharjo itu lah,
berhubunga lampu traffic light-nya lagi merah..maka berhentilah saya di belakang marka..*halah..*
tiba-tiba, sosok lelaki dua puluh sekian tahun itu datang menghampiri sambil bilang, "Asta ya?"
kujawab dengan lantang..."IYA"
dan ia pun menyodorkan sebuah surat kabar harian kota dan ia meminta saya membelinya, "beli satu aja..dua ribu doank, buat KKN nih Ta.."
kubilang, "oh..oke.. apa kbr kamu?"
dijawabnya, "baik sih..tapi gini nih..kuliah gak slese2 Ta...."
"ehm.. kamunya aja yg males, makanya kuliah yg bener..jangan nglayap aja.."
"sialan.. nih jg cari duit Ta..buat ongkos KKN.."
"eh. aku duluan ya.. ijo tuh"
"ya udah.. kl ada FB add aku, **** *******"
"oke..beyes.."
kutinggalkan ia bersama setumpuk koran itu..
dan di perjalanan, tak sengaja khayalku melayang ke masa enam tahun atau tujuh tahun yang lalu..
pada saat saya pertama mengenalnya,
dengan rambut gondrong-pirang warna merah..rah yang awut-awutan,
kulit hitam legam,
pokoknya kagak ada ganteng2nya babar blas....
dan tiba2 tadi saya melihatnya tampak lebih rapi dari yg dulu,
tampak lebih freshhhh,
tampak lebih......ganten*.. haghahaa
dulu saat dia masih sering main ke rumah bapak dan ibu saya,
mengajakku 'keluar' walau hanya untuk makan mie ayam di ujung gang rumah kami itu,
pure temenan..
gak ada bumbu2 cinta atau apalah namanya...
pokoknya kami hepi2 aja saat itu,
temenan ya temenan,
kadang saling tabok,
saling sikut,
saling tendang,
*elhoo.. main karate to Ta?*
ah..bodo amat! pokoknya kami cuma temenan aja, kagak ada rasa babar blas...
dan u know,
kalau pas ada keponakan kecil saya yang kebetulan berkunjung di rumah,
kemudian temen saya itu datang,
keponakan saya itu tanpa ba bi bu langsung nyeletuk "Tante, ada temennya itu.. si rambut merah berantakan".
ow astaga... untung aja temenku itu gak denger yak..
coba kalo denger, bisa 'selesai' kamu ndhuk...
:-))
-secuil cerita masa remaja saya.. hihi :D -
seperti biasa...di senin pagi selalu menjadi hari yang 'grobyakan',
bangun sih udah pagi,
tapi tetep males2an di kasur sambil menonton berita,
pagi itu lebih grobyakan dari pagi2 sebelumnya,
bangun sudah pagi..
tapinya,
ternyata belum setrika seragam kerja,
belum ngisi bensin,
belum buatin sarapan pagi buat adik2 sebelum kutinggalkan,
alhasil..harus melaju kencang dengan beat orens saya itu sebelum saya datang terlambat dan kena semprot Bapak Majikan.. haghaha
terkaget-kaget,
ketika sampailah saya di perempatan.....(apa ya namanya..)
pokoknya daerah Maguwoharjo itu lah,
berhubunga lampu traffic light-nya lagi merah..maka berhentilah saya di belakang marka..*halah..*
tiba-tiba, sosok lelaki dua puluh sekian tahun itu datang menghampiri sambil bilang, "Asta ya?"
kujawab dengan lantang..."IYA"
dan ia pun menyodorkan sebuah surat kabar harian kota dan ia meminta saya membelinya, "beli satu aja..dua ribu doank, buat KKN nih Ta.."
kubilang, "oh..oke.. apa kbr kamu?"
dijawabnya, "baik sih..tapi gini nih..kuliah gak slese2 Ta...."
"ehm.. kamunya aja yg males, makanya kuliah yg bener..jangan nglayap aja.."
"sialan.. nih jg cari duit Ta..buat ongkos KKN.."
"eh. aku duluan ya.. ijo tuh"
"ya udah.. kl ada FB add aku, **** *******"
"oke..beyes.."
kutinggalkan ia bersama setumpuk koran itu..
dan di perjalanan, tak sengaja khayalku melayang ke masa enam tahun atau tujuh tahun yang lalu..
pada saat saya pertama mengenalnya,
dengan rambut gondrong-pirang warna merah..rah yang awut-awutan,
kulit hitam legam,
pokoknya kagak ada ganteng2nya babar blas....
dan tiba2 tadi saya melihatnya tampak lebih rapi dari yg dulu,
tampak lebih freshhhh,
tampak lebih......ganten*.. haghahaa
dulu saat dia masih sering main ke rumah bapak dan ibu saya,
mengajakku 'keluar' walau hanya untuk makan mie ayam di ujung gang rumah kami itu,
pure temenan..
gak ada bumbu2 cinta atau apalah namanya...
pokoknya kami hepi2 aja saat itu,
temenan ya temenan,
kadang saling tabok,
saling sikut,
saling tendang,
*elhoo.. main karate to Ta?*
ah..bodo amat! pokoknya kami cuma temenan aja, kagak ada rasa babar blas...
dan u know,
kalau pas ada keponakan kecil saya yang kebetulan berkunjung di rumah,
kemudian temen saya itu datang,
keponakan saya itu tanpa ba bi bu langsung nyeletuk "Tante, ada temennya itu.. si rambut merah berantakan".
ow astaga... untung aja temenku itu gak denger yak..
coba kalo denger, bisa 'selesai' kamu ndhuk...
:-))
-secuil cerita masa remaja saya.. hihi :D -
8.1.10
*Do*
Pernah baca buku "Seven Habbits?"
buku ini sedikit-banyak mengajari saya banyak hal,
tentang pilihan hidup,
tentang suatu perubahan dan kesuksesan..
ini salah satu hal menarik yang saya ambil :
tentang cinta.. *hm..kapan tema ini lengser dari blog saya ya??*
Begini..
kalau Anda mencintai seseorang..anda bisa katakan "I love you",
sebaliknya, jika Anda tidak lagi mencintainya..anda bisa katakan "I don't love you"
--> saya jadi ingat lagu lawas ini :
Please release me, let me go..
cause I don't love you anymore..
-----> kalau lagi dengerin lagu ini, biasanya ingat seseorang yang belakangan HARUS saya yakini bahwa ia tidak lagi mencintai saya <--------
lihat bedanya kan ya?
I love you
dan satu lagi,
I don't love you
Saya ingin menegaskan pada kata don't di sana..
don't diambil dari kata do not,
do, yang identik dengan kata kerja,
Ya... kata kerja,
bukan kata sifat atau sekedar kata keterangan sebagai pelengkap...
kata kerja,
pastinya butuh sebuah aksi kan?
bukan sekedar diam dan tak berbuat apa2..
Nah,
jadi..kalau Anda ingin dicintai,
anda harus melakukan sesuatu...
'do somethin'
mencintai berarti melakukan sesuatu..
Tapi,
kalau anda sudah melakukan banyak hal bahkan,
sudah mendedikasikan segenap jiwa raga..body n soul,
cuma buat dia seorang....
hanya untuk mendapatkan sebuah pengakuan dari dia,
bahwa dia mencintaimu juga....
tapi, he doesn't...
ternyata dia nggak pernah mencintaimu tuh..
dan kamu nggak pernah ada di hatinya,
kalaupun dia mengirimkan pesan-pesan singkat ke henpon merah delima mu itu, mungkin saja dia sedang iseng, atau dia sedang memanfaatkan sms gratisan, atau bisa jadi itu sms terakhir yang ia kirimkan kepadamu, jadi jangan buru-buru ge-er dan berpikir bahwa ia mulai memberikan perhatiannya buatmu...nope!
Kalau itu terjadi,
saya yakin...Anda harus berubah haluan,
mau sampai kapan menanti-nantikan cinta dari sang arjuna yang belakangan membuatmu lelah lahir batin?
mau sampai kapan lagi kau akan berusaha menipu diri bahwa kau menantikannya tapi di sisi lain kau membencinya karena kau sudah merasa penat?
Kau harus mulai menata hidupmu...sendiri,
ada pepatah mengatakan : "better to live alone than to live with heartbreaking.."
berhenti mengasihani diri sendiri,
dan harus mencoba untuk menjalani hari-harimu dalam realita yang nyata,
jangan kbanyakan berandai-andai,
misal...andai aku jadi istrimu,
atau, andai aku jadi ibu dari anak-anakmu,
atau, andai kau jadi tambatan hatiku seumur hidupku...
s t o p
r i g h t
n o w
>>> erase all the memories *sweet and sad* <<<
buku ini sedikit-banyak mengajari saya banyak hal,
tentang pilihan hidup,
tentang suatu perubahan dan kesuksesan..
ini salah satu hal menarik yang saya ambil :
tentang cinta.. *hm..kapan tema ini lengser dari blog saya ya??*
Begini..
kalau Anda mencintai seseorang..anda bisa katakan "I love you",
sebaliknya, jika Anda tidak lagi mencintainya..anda bisa katakan "I don't love you"
--> saya jadi ingat lagu lawas ini :
Please release me, let me go..
cause I don't love you anymore..
-----> kalau lagi dengerin lagu ini, biasanya ingat seseorang yang belakangan HARUS saya yakini bahwa ia tidak lagi mencintai saya <--------
lihat bedanya kan ya?
I love you
dan satu lagi,
I don't love you
Saya ingin menegaskan pada kata don't di sana..
don't diambil dari kata do not,
do, yang identik dengan kata kerja,
Ya... kata kerja,
bukan kata sifat atau sekedar kata keterangan sebagai pelengkap...
kata kerja,
pastinya butuh sebuah aksi kan?
bukan sekedar diam dan tak berbuat apa2..
Nah,
jadi..kalau Anda ingin dicintai,
anda harus melakukan sesuatu...
'do somethin'
mencintai berarti melakukan sesuatu..
Tapi,
kalau anda sudah melakukan banyak hal bahkan,
sudah mendedikasikan segenap jiwa raga..body n soul,
cuma buat dia seorang....
hanya untuk mendapatkan sebuah pengakuan dari dia,
bahwa dia mencintaimu juga....
tapi, he doesn't...
ternyata dia nggak pernah mencintaimu tuh..
dan kamu nggak pernah ada di hatinya,
kalaupun dia mengirimkan pesan-pesan singkat ke henpon merah delima mu itu, mungkin saja dia sedang iseng, atau dia sedang memanfaatkan sms gratisan, atau bisa jadi itu sms terakhir yang ia kirimkan kepadamu, jadi jangan buru-buru ge-er dan berpikir bahwa ia mulai memberikan perhatiannya buatmu...nope!
Kalau itu terjadi,
saya yakin...Anda harus berubah haluan,
mau sampai kapan menanti-nantikan cinta dari sang arjuna yang belakangan membuatmu lelah lahir batin?
mau sampai kapan lagi kau akan berusaha menipu diri bahwa kau menantikannya tapi di sisi lain kau membencinya karena kau sudah merasa penat?
Kau harus mulai menata hidupmu...sendiri,
ada pepatah mengatakan : "better to live alone than to live with heartbreaking.."
berhenti mengasihani diri sendiri,
dan harus mencoba untuk menjalani hari-harimu dalam realita yang nyata,
jangan kbanyakan berandai-andai,
misal...andai aku jadi istrimu,
atau, andai aku jadi ibu dari anak-anakmu,
atau, andai kau jadi tambatan hatiku seumur hidupku...
s t o p
r i g h t
n o w
>>> erase all the memories *sweet and sad* <<<
6.1.10
Be your "little manhattan" ?
kisah di bawah ini adalah tulisan dari mantan kekasih saya kala es em pe,
saya dapatkan tulisan ini ketika dia mengomentari status saya di situs jejaring, yang kemudian dia bilang singkat, "inget lagu kidung mesra gak? hehe.. kenangan kita, coba baca di catatan-ku..judulnya my little manhattan..sekilas cerita tentang kita".
=========================================
My LITTLE MANHATTAN story...
saya dapatkan tulisan ini ketika dia mengomentari status saya di situs jejaring, yang kemudian dia bilang singkat, "inget lagu kidung mesra gak? hehe.. kenangan kita, coba baca di catatan-ku..judulnya my little manhattan..sekilas cerita tentang kita".
=========================================
My LITTLE MANHATTAN story...
22 Februari 2009 jam 16:33
Hehehe...meneruskan cerita choi.....namun kali ini ceritaku sendiri...
Tentang cerita cinta monyet layaknya di film Little Manhattan..:p
Tentang cerita cinta monyet layaknya di film Little Manhattan..:p
Sebuah cerita di masa SMP...masa paling indah bagiku dimana banyak cerita menarik yang terjadi, salah satunya adalah yang akan kutulis berikut ini...
Saat kelas 1 SMP, masih masa awal-awal masuk sekolah, tiba-tiba datang seorang cewek menghampiriku, cewek yang item manis, tinggi(dulu waktu SMP aku tergolong pendek), dengan rambut keriting panjang yg lucu...kemudian dia bertanya..."kamu anaknya Bu B(nama ibu saya) ya??"
What the...dateng2 nanyain hal yang aneh, whats wrong with my mom anyway...melihat aku kebingungan dia pun melanjutkan ngmg..."aku dulu muridnya ibu kamu waktu SD..."
Langsung aku melakukan ekspresi semacam "owhhhhhhhhhhh...."
Dari situ kita kenalan,ngobrol2 hal ga penting trus dia pun pergi...
Setelah itu kok kayaknya timbul rasa-rasa aneh....pengennya ketemu, sering curi2 pandang...hehehe...maklum setelah kejadian itu aku ga pernah ngobrol lagi ma Rosemary...
Setahun pun berlalu, menginjak kelas2, aku dapet guru Matematika super killer, pak Waluyo namanya...anak SMP 3 Yogya pasti tau nama ini...
Tiap pelajaran kalo ga bawa penggaris sepasang segitiga, pastu disuruh keluar dari kelas...nah sialnya suatu hari aku lupa ga bwa penggaris laknat itu...
Wktu itu bareng temen2 yang ga bawa penggaris juga, kami masuk ke kelas laen buat minjem penggaris..
Oh ya forgot to mention, aku ma Rosemary beda kelas, dia kelas B aku kelas C..nah di kelas B ga ada satu orang pun yang aku kenal selain dia...maklum dulu waktu SMP kuper banget...dan untuk pertama kali setelah sekian lama kami ngobrol lagi....senangnya....:p
Sejak saat itu kami sering pulang bareng naek sepeda, apalagi jalur pulang kita sama.....karna jaman dulu hampir semua anak SMP naek sepeda, ga kayak sekarang...pada naek motor....
Makanya sampai sekarang pun, jalur pulang bareng itu tetep terkenang...apalagi sambil nyanyi "sepanjang jalan kenangan"...huahahha
Naek kelas 3 aku makin sering ngobrol ma dia, tuker-tukeran catetan...pedekate anak SMP banget lah pokoknya...huahaha....suat
Hari Minggu itu kukayuh sepedaku penuh asa, sambil deg2an juga, maen ke rumahnya buat pertama kali. Sesampainya disana aku dipersilahkan masuk oleh Ibu-nya. Tak lama kemudian dia keluar.
"Oh My GOD......ga pernah kulihat dia secantik itu..." biasanya kan aku cuma bisa liad dia berseragam sekolah. Tanpa sadar aku menatapnya terlalu lama sampai dia bilang...
" ngapain c ngliatin terus?? "
Terbangun dari mimpi di siang bolong, aku pun menahan wajahku yang makin memerah gara-gara malu. Sesi pelajaran pun dimulai, dan kemudian dia bertanya sesuatu...
" Gimana c cara ngerjain soal yang ini?"...sambil nunjuk soal yang dimaksud
" Yang mana?.." tanyaku sambil mencoba meraih bukunya...
Dan ketika aku mau meraih bukunya, tanpa sengaja aku memegang tangannya....Oh noooooo....serasa tubuh ini kesetrum dan mati di tempat...Dia pun menarik tangannya dan aku pun cuma bisa bilang "maaf, ga sengaja"....:p
--------------------------
to be continued......cape nulisnya...:p
================================
ya, itu tulisannya...
yang sempat membuatku terheran-heran,
koq ya sempet2nya nulis tentang kisah cinta kami yg masih kaya monyet itu... *eh salah,,cinta monyet ding ya*
dan tulisan itu membawaku melayang ke masa es em pe,
persis seperti apa yg ia tuliskan..
tapi mau nambahin sedikit nih Yan,
1. saat-saat pulang sekolah memang selalu kunanti-nantikan.. saat dimana kita nyepeda bareng dan bisa berbagi cerita tentang apapun sambil mengayuh sepeda masing-masing.. oh ya, kita pernah berboncengan dengan sepedamu ya...hmm,,, romantischhh :) *we're looked like a Galih n Ratna?"
2. saat kaupegang tanganku for the very first time..you know what? i was so suprised...but i was happy inside... *gak muna juga koq eik..*
3. jalur yang biasa kita lalui bersama itu, akan selalu menjadi jalan kenangan Yan..pasti :-)
4. inget gak dulu pernah hujan2an bareng pas mau berangkat sekolah.. dan kau meminjamkan jaketmu buatku, kau rela hujan2an sampai basah kuyup..... *persis seperti di sinetron2 itu ya???*
5. Kamu, Harfiansa Bimatara, akan selalu ada di hatiku, melukis memori kehidupan dalam setiap jejak langkahku.......
Nite Yan,
wish u and abundance of love and care........
dedicated to only you.................................
20.12.09
..Too much laugh, too much tears..
Pernah mendengar filosofi tentang ini : "Jangan banyak tertawa, nanti bisa nangis"
Saya sering mendengarnya.
Hampir tiap saat ketika saya heboh bercanda dengan adik-adik saya, sampai ngakak gak ketulungan, pasti Ibu akan datang kepada kami dan bilang,"ojo ngguya-ngguya wae, mengko biso nangis".
Saya tak pernah menggubris apa yang Ibu bilang, karena buat saya tertawa itu wujud ekspresi, dan siapa saja bebas berekspresi kan?
Bahkan saya pernah berpikir, Ibu bilang gitu kan karena merasa 'brebeg' dengan suara tawa kami ato celotehan lucu kami itu..haghaha
Ternyata,
maksud Ibu tuh, supaya kami belajar mengontrol diri,
kalo' lagi hepi ya yang wajar aja,
kalo' lagi sedih ya nangis aja, tapi jangan berlarut-larut,
kalo' lagi putus cinta, ya cari lagi.....*nggak ding, ini improvisasi saya ajah koq*
intinya, belajar hidup sakmadya,
sewajarnya aja.....
Ada benernya lho,
pernah suatu ketika saat saya sedang curhat-curhatan dengan rekan sekerja,
saya terlarut dalam memori yang bikin bener2 upset down deh,
melayang dalam haru dan tangis,
saya keterlaluan....
karena sesudahnya tanpa sadar saya sampai lupa bernapas,
dan harus digotong beberapa temen kantor ke ruang terbuka,
sambil dipijit dan dioleskan minyak kayu putih di punggung saya ini,
unpredictable kan??
gak nyangka kalo emosi/perasaan yang membludag itu berujung pada 'lupa bernapas',,,,
saking larutnya dalam suasana,
saking menghayati dialog nestapa itu,
huwhh....saya berhasil membuat repot banyak orang,
bahkan ada yang sampai kelabakan mau ngasi napas buatan...*whattt????? oh nooo...don't be hestitate..haghahaha*
Dan malam ini saya alami lagi,
sore tadi saya tertawa cekikikan bersama temen2 saya,
sampai orang-orang yg sedang duduk di sebelah-sebelah kami ini memandang keheranan,
kami menertawai diri kami sendiri,
tiga di antara kami adalah jomblo, termasuk saya :P,
1. Mbak A selalu saja ditaksir oleh lelaki amat dewasa, bahkan umurnya sudah setengah baya, dan kesemuanya adalah duda.... oh em ji, menjadi secret admirer pada duda-ers.. haghaha
2. Mbak N selalu saja naksir lelaki yang gantengnya setengah hidup tapi selalu ditolak, duh..nasib..nasib, tapi seleranya oke juga....... hihhii
3. SAYA >> gak usah dicritain, bikin keki tauk! terpaksa menolak ajakan menjalin asmara para lelaki yang sebenarnya sudah sangat mapan, hanya karena hati ini masih terpatri pada satu lelaki yang hampir membuatku gila karena memaksa diri melupakannya dan menguburnya dalam memori kehidupan...
dan ternyata benar,
sepulang dari pertemuan dengan geng gila itu tadi,
sampai rumah, saya membuka netbuk saya,
menancapkan modem internet yang belakangan banyak membantu saya menghibur diri,
dan saya membaca tulisan lelaki itu..
He wrote down,"don't forget our song, our little secret"
'our' refers to him and that cute-pretty-sweety girl,
wanita yang sungguh ia cintai, body n soul..
wanita yang menjadi pengharapan dan sauh bagi jiwanya..
dan bukan aku, pastinya....
dalam suasana mengharu biru itu,
gak mungkin dong mau ketawa-ketiwi,
kecuali saya rela menertawakan diri saya sendiri,
sambil bilang, "hey Ta..tuh lihat, cowok yang kamu cintai itu emang gak pernah cinta sama kamu. Buat dia, you're nothing..and you'll be rejected!, gak usah maksa deh...emang bukan rejeki kamu koq!"
sedih bukan main,
dan kamu pasti tak pernah tau betapa sakitnya aku...
*gak usah ngarep lah Ta..kau mau sakit, sehat, seneng, susah..bukan urusan dia juga kan? just mind your own business please*
Tuh kan,
bener kata Ibu saya...
jangan banyak tertawa,
nanti bisa nangis,
*love u mom, u're my sunshine..u're my everything...*
Cinta sejati.... ketika kau menyadari bahwa tiada sesuatu yang kau harapkan akan kembali padamu stlh kau berikan semua,
Saya sering mendengarnya.
Hampir tiap saat ketika saya heboh bercanda dengan adik-adik saya, sampai ngakak gak ketulungan, pasti Ibu akan datang kepada kami dan bilang,"ojo ngguya-ngguya wae, mengko biso nangis".
Saya tak pernah menggubris apa yang Ibu bilang, karena buat saya tertawa itu wujud ekspresi, dan siapa saja bebas berekspresi kan?
Bahkan saya pernah berpikir, Ibu bilang gitu kan karena merasa 'brebeg' dengan suara tawa kami ato celotehan lucu kami itu..haghaha
Ternyata,
maksud Ibu tuh, supaya kami belajar mengontrol diri,
kalo' lagi hepi ya yang wajar aja,
kalo' lagi sedih ya nangis aja, tapi jangan berlarut-larut,
kalo' lagi putus cinta, ya cari lagi.....*nggak ding, ini improvisasi saya ajah koq*
intinya, belajar hidup sakmadya,
sewajarnya aja.....
Ada benernya lho,
pernah suatu ketika saat saya sedang curhat-curhatan dengan rekan sekerja,
saya terlarut dalam memori yang bikin bener2 upset down deh,
melayang dalam haru dan tangis,
saya keterlaluan....
karena sesudahnya tanpa sadar saya sampai lupa bernapas,
dan harus digotong beberapa temen kantor ke ruang terbuka,
sambil dipijit dan dioleskan minyak kayu putih di punggung saya ini,
unpredictable kan??
gak nyangka kalo emosi/perasaan yang membludag itu berujung pada 'lupa bernapas',,,,
saking larutnya dalam suasana,
saking menghayati dialog nestapa itu,
huwhh....saya berhasil membuat repot banyak orang,
bahkan ada yang sampai kelabakan mau ngasi napas buatan...*whattt????? oh nooo...don't be hestitate..haghahaha*
Dan malam ini saya alami lagi,
sore tadi saya tertawa cekikikan bersama temen2 saya,
sampai orang-orang yg sedang duduk di sebelah-sebelah kami ini memandang keheranan,
kami menertawai diri kami sendiri,
tiga di antara kami adalah jomblo, termasuk saya :P,
1. Mbak A selalu saja ditaksir oleh lelaki amat dewasa, bahkan umurnya sudah setengah baya, dan kesemuanya adalah duda.... oh em ji, menjadi secret admirer pada duda-ers.. haghaha
2. Mbak N selalu saja naksir lelaki yang gantengnya setengah hidup tapi selalu ditolak, duh..nasib..nasib, tapi seleranya oke juga....... hihhii
3. SAYA >> gak usah dicritain, bikin keki tauk! terpaksa menolak ajakan menjalin asmara para lelaki yang sebenarnya sudah sangat mapan, hanya karena hati ini masih terpatri pada satu lelaki yang hampir membuatku gila karena memaksa diri melupakannya dan menguburnya dalam memori kehidupan...
dan ternyata benar,
sepulang dari pertemuan dengan geng gila itu tadi,
sampai rumah, saya membuka netbuk saya,
menancapkan modem internet yang belakangan banyak membantu saya menghibur diri,
dan saya membaca tulisan lelaki itu..
He wrote down,"don't forget our song, our little secret"
'our' refers to him and that cute-pretty-sweety girl,
wanita yang sungguh ia cintai, body n soul..
wanita yang menjadi pengharapan dan sauh bagi jiwanya..
dan bukan aku, pastinya....
dalam suasana mengharu biru itu,
gak mungkin dong mau ketawa-ketiwi,
kecuali saya rela menertawakan diri saya sendiri,
sambil bilang, "hey Ta..tuh lihat, cowok yang kamu cintai itu emang gak pernah cinta sama kamu. Buat dia, you're nothing..and you'll be rejected!, gak usah maksa deh...emang bukan rejeki kamu koq!"
sedih bukan main,
dan kamu pasti tak pernah tau betapa sakitnya aku...
*gak usah ngarep lah Ta..kau mau sakit, sehat, seneng, susah..bukan urusan dia juga kan? just mind your own business please*
Tuh kan,
bener kata Ibu saya...
jangan banyak tertawa,
nanti bisa nangis,
*love u mom, u're my sunshine..u're my everything...*
Cinta sejati.... ketika kau menyadari bahwa tiada sesuatu yang kau harapkan akan kembali padamu stlh kau berikan semua,
bahkan kau harus relakan semua dengan masih kau tetapkan cintamu sprti pd semula walau keadaan di sekitarnya telah berubah,
bahkan bukan seperti yang kau ingini....9.12.09
,,be the real me..
Pernah tersakiti oleh seseorang?
oke..oke..ada dua puluh ribu orang yang tunjuk jari,
dan saya adalah salah satunya :)
Saya memang sudah berjanji untuk tidak lagi mengungkit-ungkit mantan yang dulu-dulu,
atau kisah senang atau sedih,
atau memori menyenangkan yang patut dikenang atau tidak,
pengorbanan yang dihargai atau yang tidak sama sekali.. *kasian banget sih kau Ta, the nasib dwehh...*
Kalian kan tidak tau kalau saya berjanjia sambil menyilangkan jari saya di belakang,
haghhaha...maap :)
Kemarin malam,
ada perbincangan menarik antara saya dan teman saya yang belakangan jadi 'soulmate' jadi-jadian,,,
kami sedang makan-makan dan minum-minum di sebuah pondok makan yang masih aja buka walau jam sudah menunjukkan pukul 21.30 wib.
Aku : "Mbak, pernah nggak punya mantan yang 'nancep' banget di hati?" (hyaaa...singkong kale nancep?? haghahaha)
Dia : "Ora ndhuk. biasane ak nek duwe pacar trus pedhot, yo wis..babay wae..."
Aku : "ha? trus gak ada rasa gimana gitu mbak? kangen kek....sedih kek.."
Dia : "ora ki..biasa wae.."
Aku : "wo...sableng dirimu ki Mba? aneh bin ajaib.."
Dia : "he..lha wong takon koq maido...ngeyel kowe ki Ndhuk"
Aku : ...cengar..cengir.....
Dia : "Ta, orang putus cinta itu biasa... orang patah hati juga biasa.. gak usah dipikirin banget2, cowok gak cuma dia aja kan? Aku aja yang udah mo 30 tahun, cuek bebek aje koq"
Aku : "ya tapi ak gak mau nikah umur segitu mba, tua amat??"
Dia : "eh eh eh, sialan.. jd kau bilang aku tua?"
Aku : " nggak gitu juga mba, tapi emang ak nggak mau nikah umur segitu...ogahh! "
Dia : "ya, itu sih terserah kamu..mo nikah besok kek..lusa kek, taun depan kek, emang kupikirin?"
Aku : "haghaha...Aminnnn..."
Dia : "emang kenapa Ta sama mantan kamu?"
Aku : "mantanku itu....seganteng Brad Pitt, seperkasa Batman, setulus merpati..pokoknya tiada duanya mba"
Dia : "halah..ngayal aja kau Ta"
Aku : "iya mba..beneran, aku nih kayak udah cinta mati sama dia.. dan akhir-akhir ini, aku punya hobi baru..cari-cari info tentang dia, cari tau dia di dunia maya manapun, pokoknya all 'bout him Mba..dan kadang itu membuat hatiku makin sakit..."
Dia : "Ta..kamu nggak bisa terus-terusan begitu, coba... kamu dapet untung apa dari semua usahamu itu ? dapet duit segepok? dapet martabak telor segedhe gaban? nggak kan?"
Aku : " emang nggak ada untungnya mba.. tapi cuma itu yg bisa ngobatin rasa kangenku..mbak nggak ngerti gimana rasanyaaaa...."
Dia : "kamu sama aja dengan menaburkan garam di atas lukamu sendiri ta... udah tau dengan begitu kamu bisa sakit hati, lha koq ttp aja dilakoni..,nggak gantung diri aja skalean Ta? tuh tower di kantor nganggur kan?"
Aku : "jangan nantang2 gitu mbak..nanti kl ak beneran khilaf trus manjat tuh tower trus terjun bebas gmn coba?"
Dia : "aku mau lihat Ta.. coba deh!"
Aku :" koq gitu lho?? ak butuh saran mbak, jangan diomelin gini...."
Dia : "kamu yang mancing-mancing aku buat ngomel2... sebel dengerin ceritamu itu. Gini deh, dia masih sering sms kamu nggak? masih sering chatting? "
Aku : "udah nggak..."
Dia : "ya udah astaaaa....dia udah nglupain kamu. buat dia, mungkin kamu itu udah jadi sampah...gak penting buat diinget-inget lagi, gak penting buat dipikirin lagi. Kamu mau hidup kek, mau sekarat kek, istilahnya dia udah gak peduli lagi."
*ya ya ya...untuk yang satu ini, dia membuat saya deg-degan luar biasa, bahasanya ekstrim banget, dan bikin jantung saya berhenti berdetak walau sejenak, benarkah lelaki-ku seperti itu?*
kami diam..
aku melihat di matanya kalo dia akan menangis,
dan seketika dia memelukku, dia bilang
"maaf Ta, aku agak kasar.."
"nggak papa Mba, aku emang konyol ya, dan aku adalah sampah "
(untuk yang satu ini, aku bisa lebih berbesar hati koq)
"sorry to say, but i tell the truth....begitulah laki-laki Ta, kau boleh berpikir bahwa laki-laki itu tiada duanya, but see? hatimu juga tidak ada duanya kan, kamu gak punya cadangan hati kan Ta?? kalo hatimu yang ini udah sakit tersayat-sayat, so then kamu mau hidup dengan hati yang mana lagi???? coba kau bilang..."
"ya, the one and the only.. oke, i got it"
"melangkahlah ke depan Ta, kau boleh menengok ke belakang sekedar bernostalgia.. tapi masa lalumu itu tidak boleh menghalangi langkahmu.."
"he eh..i will. he's only a little part of my whole life"
dia memelukku sambil bilang, "Ta, u're great...u can face them all, i'm sure"
"i'll do my best, for my OWN future...for my beautifull life..for my son and daughter..for my husband..for my parents...for my sists and brotha.. for all"
"good wishes...begitu donk"
"terpaksa Mbak.. haghahahaaa" >>sontak kami tertawa berdua sampai penghuni meja lesehan di sebelah saling menatap heran.. hueheheh...
>> kami mengakhiri obrolan itu sambil menyantap sepiring nasi lengkap dengan ayam goreng dan lalapan sedap... <<
oke..oke..ada dua puluh ribu orang yang tunjuk jari,
dan saya adalah salah satunya :)
Saya memang sudah berjanji untuk tidak lagi mengungkit-ungkit mantan yang dulu-dulu,
atau kisah senang atau sedih,
atau memori menyenangkan yang patut dikenang atau tidak,
pengorbanan yang dihargai atau yang tidak sama sekali.. *kasian banget sih kau Ta, the nasib dwehh...*
Kalian kan tidak tau kalau saya berjanjia sambil menyilangkan jari saya di belakang,
haghhaha...maap :)
Kemarin malam,
ada perbincangan menarik antara saya dan teman saya yang belakangan jadi 'soulmate' jadi-jadian,,,
kami sedang makan-makan dan minum-minum di sebuah pondok makan yang masih aja buka walau jam sudah menunjukkan pukul 21.30 wib.
Aku : "Mbak, pernah nggak punya mantan yang 'nancep' banget di hati?" (hyaaa...singkong kale nancep?? haghahaha)
Dia : "Ora ndhuk. biasane ak nek duwe pacar trus pedhot, yo wis..babay wae..."
Aku : "ha? trus gak ada rasa gimana gitu mbak? kangen kek....sedih kek.."
Dia : "ora ki..biasa wae.."
Aku : "wo...sableng dirimu ki Mba? aneh bin ajaib.."
Dia : "he..lha wong takon koq maido...ngeyel kowe ki Ndhuk"
Aku : ...cengar..cengir.....
Dia : "Ta, orang putus cinta itu biasa... orang patah hati juga biasa.. gak usah dipikirin banget2, cowok gak cuma dia aja kan? Aku aja yang udah mo 30 tahun, cuek bebek aje koq"
Aku : "ya tapi ak gak mau nikah umur segitu mba, tua amat??"
Dia : "eh eh eh, sialan.. jd kau bilang aku tua?"
Aku : " nggak gitu juga mba, tapi emang ak nggak mau nikah umur segitu...ogahh! "
Dia : "ya, itu sih terserah kamu..mo nikah besok kek..lusa kek, taun depan kek, emang kupikirin?"
Aku : "haghaha...Aminnnn..."
Dia : "emang kenapa Ta sama mantan kamu?"
Aku : "mantanku itu....seganteng Brad Pitt, seperkasa Batman, setulus merpati..pokoknya tiada duanya mba"
Dia : "halah..ngayal aja kau Ta"
Aku : "iya mba..beneran, aku nih kayak udah cinta mati sama dia.. dan akhir-akhir ini, aku punya hobi baru..cari-cari info tentang dia, cari tau dia di dunia maya manapun, pokoknya all 'bout him Mba..dan kadang itu membuat hatiku makin sakit..."
Dia : "Ta..kamu nggak bisa terus-terusan begitu, coba... kamu dapet untung apa dari semua usahamu itu ? dapet duit segepok? dapet martabak telor segedhe gaban? nggak kan?"
Aku : " emang nggak ada untungnya mba.. tapi cuma itu yg bisa ngobatin rasa kangenku..mbak nggak ngerti gimana rasanyaaaa...."
Dia : "kamu sama aja dengan menaburkan garam di atas lukamu sendiri ta... udah tau dengan begitu kamu bisa sakit hati, lha koq ttp aja dilakoni..,nggak gantung diri aja skalean Ta? tuh tower di kantor nganggur kan?"
Aku : "jangan nantang2 gitu mbak..nanti kl ak beneran khilaf trus manjat tuh tower trus terjun bebas gmn coba?"
Dia : "aku mau lihat Ta.. coba deh!"
Aku :" koq gitu lho?? ak butuh saran mbak, jangan diomelin gini...."
Dia : "kamu yang mancing-mancing aku buat ngomel2... sebel dengerin ceritamu itu. Gini deh, dia masih sering sms kamu nggak? masih sering chatting? "
Aku : "udah nggak..."
Dia : "ya udah astaaaa....dia udah nglupain kamu. buat dia, mungkin kamu itu udah jadi sampah...gak penting buat diinget-inget lagi, gak penting buat dipikirin lagi. Kamu mau hidup kek, mau sekarat kek, istilahnya dia udah gak peduli lagi."
*ya ya ya...untuk yang satu ini, dia membuat saya deg-degan luar biasa, bahasanya ekstrim banget, dan bikin jantung saya berhenti berdetak walau sejenak, benarkah lelaki-ku seperti itu?*
kami diam..
aku melihat di matanya kalo dia akan menangis,
dan seketika dia memelukku, dia bilang
"maaf Ta, aku agak kasar.."
"nggak papa Mba, aku emang konyol ya, dan aku adalah sampah "
(untuk yang satu ini, aku bisa lebih berbesar hati koq)
"sorry to say, but i tell the truth....begitulah laki-laki Ta, kau boleh berpikir bahwa laki-laki itu tiada duanya, but see? hatimu juga tidak ada duanya kan, kamu gak punya cadangan hati kan Ta?? kalo hatimu yang ini udah sakit tersayat-sayat, so then kamu mau hidup dengan hati yang mana lagi???? coba kau bilang..."
"ya, the one and the only.. oke, i got it"
"melangkahlah ke depan Ta, kau boleh menengok ke belakang sekedar bernostalgia.. tapi masa lalumu itu tidak boleh menghalangi langkahmu.."
"he eh..i will. he's only a little part of my whole life"
dia memelukku sambil bilang, "Ta, u're great...u can face them all, i'm sure"
"i'll do my best, for my OWN future...for my beautifull life..for my son and daughter..for my husband..for my parents...for my sists and brotha.. for all"
"good wishes...begitu donk"
"terpaksa Mbak.. haghahahaaa" >>sontak kami tertawa berdua sampai penghuni meja lesehan di sebelah saling menatap heran.. hueheheh...
>> kami mengakhiri obrolan itu sambil menyantap sepiring nasi lengkap dengan ayam goreng dan lalapan sedap... <<
6.12.09
..Atas Genteng, the best 'bed' I ever had...
Pagi itu sekitar jam setengah enam pagi,
seperti biasa saya bangun pagi-pagi karena harus mencuci baju dan manasin mobil,
seketika saat saya menjemur baju-baju saya yang sudah bersih dan wangi itu,
saya menengok ke genteng rumah kami yang tampak bersih karena semalam suntuk diguyur hujan..
lalu, saya membayangkan kalau saya tidur-tiduran di atas genteng itu,
sambil menatap birunya langit,
menyongsong terbitnya mentari,
melihat hijaunya dahan pohon mangga di rumah kami dan pohon mangga di rumah tetangga..
*tetangga yang mana nih Ta? yg sebelah itu?? yang anaknya sering nongol di malam-malammu?? brondong itu lagi Ta?* haghahaha..... - ngaku aja lah -
Hyaaa...
dan kamu tau apa?
saya buru-buru turun lagi ke kamar saya,
mengambil bantal dan guling,
serta selimut orens yang barusan kucuci..wangiiii :)
Saya sedang tidak lagi mau tidur-tiduran di kamar saya, di kasur kapuk yang mulai menipis..
tapi saya membawa seperangkat alat tidur itu di atas genteng.....
*hussh..jangan ketawa dulu, kau belum tau betapa nikmatnya dan betapa saya ketagihan..*
dan saya tidur-tiduran di atas genteng rumah saya itu,
apa yg selanjutnya saya lakukan?
tentu bukan glundhang-glundhung di atas genteng itu, karena saya khawatir bukan main kalau gentengnya jadi melorot dan rumah kami banjir..haghaha..
saya hanya merebahkan seonggok raga ini,
menarik nafas secukupnya dan membuka mata saya lebar-lebar....
saya menatap birunya langit, dan saya bersyukur..
saya melihat cerahnya mentari pagi saat itu, dan saya bersyukur..
saya memandang hijaunya pepohonan dan daun-daun yang tampak segar bugar, dan saya bersyukur..
saya merasakan hembusan angin yang sejuk mendamaikan jiwa, dan saya bersyukur..
saya memandangi rumah sebelah yang anaknya belakangan mencuri perhatian saya, dan saya bersyukur... *yang ini gak penting kaleee Ta....*
saya belajar bersyukur pagi itu..
sungguh-sungguh :)
karena sungguh saya menyadari,
hidup saya ini terbatas....
belum tentu besok bisa lihat birunya langit,
cerahnya mentari,
hijaunya pepohonan,
sejuknya angin...
siapa tau esok hari Tuhan bertekad mengambil nyawaku,
siapa tau esok hari Tuhan mencukupkan hidupku sampai di sini saja,
siapa tau esok hari aku tak akan pernah ada lagi di dunia penuh warna ini,
siapa tau esok hari saya harus meninggalkan semuanya...
sambil membayangkan saat-saat itu, saya meneteskan air mata,
saya membayangkan harus berpisah dengan keluarga tercinta, selamanya..
dan membayangkan saat mereka yang menyayangiku menangisi kepergianku,
menangis karena saya tak akan pernah ada lagi bersama mereka,
hidupku berakhir sampai di situ,
saya hanya ingin banyak bunga di atas gundukan tanahku,
tapi hanya mawar putih saja, ya?
dan saya hanya ingin sehelai kain jarik milik Eyang yang siapa tau bisa menghangatkan raga ini di bawah sana..
dan saya ingin ada lagu "Angel's Brought Me Here" mengiringi kepergianku,
dan pelukan terakhir dari bapak, ibuk, mbak, adik-adik, juga keponakanku yang akan selalu menjadi pelukan termanis..
dan saat itu saya berhenti berebut oksigen dengan orang-orang di sekitar saya ini...
>> ambil tissue dan berhenti menulis tentang ini<<
seperti biasa saya bangun pagi-pagi karena harus mencuci baju dan manasin mobil,
seketika saat saya menjemur baju-baju saya yang sudah bersih dan wangi itu,
saya menengok ke genteng rumah kami yang tampak bersih karena semalam suntuk diguyur hujan..
lalu, saya membayangkan kalau saya tidur-tiduran di atas genteng itu,
sambil menatap birunya langit,
menyongsong terbitnya mentari,
melihat hijaunya dahan pohon mangga di rumah kami dan pohon mangga di rumah tetangga..
*tetangga yang mana nih Ta? yg sebelah itu?? yang anaknya sering nongol di malam-malammu?? brondong itu lagi Ta?* haghahaha..... - ngaku aja lah -
Hyaaa...
dan kamu tau apa?
saya buru-buru turun lagi ke kamar saya,
mengambil bantal dan guling,
serta selimut orens yang barusan kucuci..wangiiii :)
Saya sedang tidak lagi mau tidur-tiduran di kamar saya, di kasur kapuk yang mulai menipis..
tapi saya membawa seperangkat alat tidur itu di atas genteng.....
*hussh..jangan ketawa dulu, kau belum tau betapa nikmatnya dan betapa saya ketagihan..*
dan saya tidur-tiduran di atas genteng rumah saya itu,
apa yg selanjutnya saya lakukan?
tentu bukan glundhang-glundhung di atas genteng itu, karena saya khawatir bukan main kalau gentengnya jadi melorot dan rumah kami banjir..haghaha..
saya hanya merebahkan seonggok raga ini,
menarik nafas secukupnya dan membuka mata saya lebar-lebar....
saya menatap birunya langit, dan saya bersyukur..
saya melihat cerahnya mentari pagi saat itu, dan saya bersyukur..
saya memandang hijaunya pepohonan dan daun-daun yang tampak segar bugar, dan saya bersyukur..
saya merasakan hembusan angin yang sejuk mendamaikan jiwa, dan saya bersyukur..
saya memandangi rumah sebelah yang anaknya belakangan mencuri perhatian saya, dan saya bersyukur... *yang ini gak penting kaleee Ta....*
saya belajar bersyukur pagi itu..
sungguh-sungguh :)
karena sungguh saya menyadari,
hidup saya ini terbatas....
belum tentu besok bisa lihat birunya langit,
cerahnya mentari,
hijaunya pepohonan,
sejuknya angin...
siapa tau esok hari Tuhan bertekad mengambil nyawaku,
siapa tau esok hari Tuhan mencukupkan hidupku sampai di sini saja,
siapa tau esok hari aku tak akan pernah ada lagi di dunia penuh warna ini,
siapa tau esok hari saya harus meninggalkan semuanya...
sambil membayangkan saat-saat itu, saya meneteskan air mata,
saya membayangkan harus berpisah dengan keluarga tercinta, selamanya..
dan membayangkan saat mereka yang menyayangiku menangisi kepergianku,
menangis karena saya tak akan pernah ada lagi bersama mereka,
hidupku berakhir sampai di situ,
saya hanya ingin banyak bunga di atas gundukan tanahku,
tapi hanya mawar putih saja, ya?
dan saya hanya ingin sehelai kain jarik milik Eyang yang siapa tau bisa menghangatkan raga ini di bawah sana..
dan saya ingin ada lagu "Angel's Brought Me Here" mengiringi kepergianku,
dan pelukan terakhir dari bapak, ibuk, mbak, adik-adik, juga keponakanku yang akan selalu menjadi pelukan termanis..
dan saat itu saya berhenti berebut oksigen dengan orang-orang di sekitar saya ini...
>> ambil tissue dan berhenti menulis tentang ini<<
Langgan:
Entri (Atom)
