Start to talk about "love" again...
Cinta memang menjadi topik yang gak akan habis diperbincangkan. Mulai dari jaman nenek moyang kita masih punya gigi sampai gusi berangsur sepi, dan sampai detik ini, ketika seorang Asta Hapsari juga masih getol ngomongin soal cinta. Kalau soal sakit hati karena cinta, pasti rata-rata orang akan mengalami hal yang hampir sama. Kebanyakan akan merasa sedih, hancur, remuk, putus asa, desperado, bahkan mungkin ada yang ingin bunuh diri saja rasanya *padahal dunia kan tidak mesti berakhir hanya karena putus cinta, ya kan?*. Ya..aneka macam reaksi, tapi intinya satu : cinta bisa membuat hati yang tadinya bahagia justru berbanding terbalik, menjadi duka dan luka. See?
Sudah puas saya menuliskan tentang tragedi cinta yang silih-berganti,
selalu ada problema yang kadang tak mampu dilalui dan memilih untuk berhenti dari rutinitas cinta-mencintai. Ya, itu adalah sebuah pilihan bukan? Aneh mungkin. Ketika banyak 'kepala' yang mengagung-agungkan cinta, saya justru berusaha keras untuk memalingkan pandangan saya dari dunia cinta dan aneka warnanya. Menganggap cinta tidak lagi penting, karena saya toh punya dunia yang lebih colorfull tanpa cinta. Hahha..*yang ini mungkin berlebihan*. Dan ini bukan suatu kebetulan. Bukan. Karena pilihan saya ini, ternyata memberi hikmah besar lho.
Finally,
Saya menemukannya. Dia.
Dia yang bersamanya hati ini terpatri.
Memberinya cinta lebih dari yang sudah-sudah,
dan ini bukan kebetulan juga. Bukan.
Karena hati ini telah memilihnya,
memilih untuk menghabiskan masa senja bersamanya..
menemaninya di saat-saat tubuh gagah itu mulai dimakan usia,
dengan setia..dengan penuh kasih dan sayang, kan kubawa sebentuk hati ini untuknya..
hati yang tak akan pernah meninggalkannya, walau apa terjadi...
hati yang tak akan berpaling darinya, walau apa terjadi...
hati yang akan selalu melekat pada hatinya, walau apa terjadi...
Bukan kebetulan. Bukan.
Tapi sebuah kesungguhan.
Berharap suatu hari nanti, cinta kami menjadi satu,
hati kami menjadi padu,
tak ada jarak yang akan memisahkan kami dengan terlalu,
cinta yang tak akan menjadi usang walau dimakan waktu.......
Ini bukanlah suatu kebetulan. Bukan. Pasti bukan.
-kamar, 18 Februari 2010-
P.S. untuk yang mencintaiku dan aku cintai,
hari ini, besok, dan selamanya........
"YNS"
17.2.10
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar